Reli Bitcoin ke US$87.000: Arus ETF atau Sekadar Short Squeeze?

Bitcoin sempat menyentuh US$87.397 pada 21 September 2026. Likuidasi short menyalakan reli, arus ETF menyusul, dan keduanya kini mulai melambat.

#bitcoin #etf #likuidasi #derivatif #kripto

KoinBTC
Kreator Moco
8 menit baca
Memuat gambar...
Reli Bitcoin ke US$87.000: Arus ETF atau Sekadar Short Squeeze?

Pada Senin, 21 September 2026 waktu AS (Selasa pagi WIB), Bitcoin (BTC) naik dari penutupan Minggu di sekitar US$81.159 menembus US$85.000, US$86.000, lalu US$87.000 dalam satu sesi. Puncak intraday-nya tercatat US$87.397, level tertinggi sejak Januari, menurut Tech Times. Seminggu sebelumnya harga masih di US$74.912.

Kenaikan sekitar US$12.500 dalam enam hari itu datang dari dua arah sekaligus. Di pasar derivatif, ratusan juta dolar posisi short terlikuidasi. Di pasar reguler AS, ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk harian terbesar tahun ini. Pertanyaan yang lebih berguna bagi pemegang BTC: mana yang menyalakan reli, mana yang ikut belakangan, dan apakah salah satunya masih bertahan?

Per Jumat, 25 September 2026, jawabannya belum sepenuhnya jelas. BTC sudah mundur ke US$83.807 menurut data CoinGecko yang dikutip The Cryptonomist, dan arus ETF menyusut tiga hari berturut-turut.

Minggu yang Dibuka dengan Kabar Buruk

Reli ini terjadi setelah dua sentimen negatif. Pada 15 September, pemungutan suara prosedural (cloture) di Senat AS untuk RUU struktur pasar kripto CLARITY Act gagal. Sehari kemudian, 16 September, The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin, seperti dicatat CryptoTimes dan CoinStats.

Dana ETF bereaksi cepat. Farside Investors mencatat arus keluar US$450,4 juta pada 15 September dan US$295,9 juta pada 16 September. Harga turun ke pertengahan US$70.000-an.

PDF page 1

Lalu arahnya berbalik. Pada 18 September, ETF Bitcoin spot kembali mencatat arus masuk US$433 juta, dipimpin FBTC milik Fidelity (sekitar US$311 juta) dan IBIT milik BlackRock (sekitar US$108 juta), menurut CoinStats. Harga minyak yang turun dan imbal hasil obligasi AS yang melunak ikut memperbaiki selera risiko, menurut rangkuman crypto.news.

Cara Kerja Short Squeeze, dan Kenapa Reli Jadi Lebih Cepat

Short squeeze terjadi ketika harga naik melawan pihak yang bertaruh harga turun. Trader yang memegang posisi short dengan pinjaman (leverage) harus membeli kembali BTC untuk menutup posisinya. Kalau jaminannya tidak cukup, bursa menutup posisi itu secara paksa, dan proses ini disebut likuidasi. Setiap penutupan paksa adalah pembelian, yang mendorong harga ke level likuidasi berikutnya.

Menurut KuCoin News, BTC lebih dulu menembus zona resistensi US$82.000 sampai US$83.000 yang bertahan berminggu-minggu, lalu melewati kumpulan level likuidasi di US$84.000 sampai US$85.000. Tim Sun, peneliti senior HashKey Group, menjelaskan kepada crypto.news bahwa squeeze membuat harga lebih "elastis": setiap putaran pembelian baru menghasilkan kenaikan yang lebih besar.

Soal besarnya likuidasi, angka antarsumber berbeda cukup jauh:

Sumber Likuidasi short (24 jam) Catatan
Tech Times US$648 juta sampai US$920 juta Kisaran dari beberapa agregator
CoinSwitch Markets Desk (via Business Today) Sekitar US$750 juta Setelah BTC menembus US$82.000
CoinReporter US$648 juta sampai US$840 juta Rujukan papan data ala CoinGlass
KuCoin News Total di atas US$10 miliar, 84% short Jauh di luar kisaran sumber lain

Perbedaan ini wajar karena tiap agregator memantau bursa dan jendela waktu yang berlainan. Angka US$10 miliar dari KuCoin tidak didukung sumber lain yang kami temukan, jadi sebaiknya dibaca dengan hati-hati. Kesimpulan yang aman: likuidasi short berada di kisaran ratusan juta dolar dan cukup besar untuk mempercepat kenaikan.

PDF page 2

Open Interest Justru Naik, dan Itu yang Membedakannya dari Agustus

Open interest adalah jumlah kontrak futures yang masih terbuka. Dalam squeeze murni, angka ini biasanya turun karena posisi short ditutup. Itu yang terjadi pada reli Agustus: CoinDesk melaporkan open interest dalam denominasi BTC turun ke level terendah lima bulan per 25 Agustus 2026, saat harga naik dari sekitar US$62.000 ke US$80.000.

September berbeda. CoinStats mencatat open interest futures naik 11,33% dalam dua hari menjadi US$61,55 miliar per 22 September. Laporan CoinDesk yang dirangkum KuCoin memakai cakupan lebih luas dan menyebut kenaikan 7,5% ke sekitar US$156 miliar setelah kenaikan suku bunga The Fed. Angkanya berbeda karena cakupan bursanya berbeda, tapi arahnya sama: naik.

Artinya, di tengah likuidasi, posisi baru ikut masuk. CryptoTicker menyebut pasar "tidak membuang risiko, hanya menata ulangnya". Dari 25 kontrak perpetual terbesar yang mereka survei, 24 punya funding rate positif. Funding rate adalah biaya berkala antara pemegang long dan short; bila positif, pihak long yang membayar. CoinStats mencatat funding di 0,0075% per empat jam pada 22 September, masih di bawah level yang biasanya menandakan posisi long terlalu padat.

Arus ETF: Penyulut atau Penonton yang Datang Belakangan?

Setelah harga menembus US$87.000, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk sebagai berikut. Angka merujuk data SoSoValue dan Farside Investors yang dikutip The Cryptonomist dan CryptoTimes.

PDF page 3
Tanggal (2026) Arus bersih ETF BTC spot AS
15 September Keluar US$450,4 juta
16 September Keluar US$295,9 juta
18 September Masuk US$433 juta
21 September Masuk US$998,95 juta
22 September Masuk US$714,75 juta
23 September Masuk US$347 juta
24 September Masuk US$191 juta

Angka 21 September adalah arus masuk harian terbesar sepanjang 2026, dan yang terkuat sejak 6 Oktober 2025. Enam sesi beruntun kini membawa total arus masuk di atas US$2,8 miliar, dengan IBIT menyumbang sekitar US$1,35 miliar. Secara tahun berjalan, arus ETF berbalik jadi positif sekitar US$787 juta, padahal akhir Juni masih defisit sekitar US$5,5 miliar.

Urutan waktunya yang perlu diperhatikan. Arus masuk besar datang setelah BTC kembali ke atas US$80.000 sampai US$82.000, bukan sebelumnya. Tim Sun dari HashKey menyebut arus ETF jangka pendek sebagai indikator yang bergerak bersamaan dengan harga, bukan indikator yang mendahului. Dalam pembacaannya, ETF mengonfirmasi tren yang sudah terbentuk.

Pandangan lain lebih menekankan peran ETF. Laporan CoinDesk yang dirangkum KuCoin mencatat ETF Bitcoin terkait Morgan Stanley mencatat arus masuk 20 hari perdagangan berturut-turut, dan menilai reli ini membawa permintaan baru, lebih dari sekadar penutupan short. Nicolai Sondergaard dari Nansen, dikutip crypto.news, melihat kombinasi keduanya: permintaan ETF yang kembali dan squeeze besar yang terjadi bersamaan.

Ada juga batas data yang perlu diakui. CryptoTimes mencatat bahwa dari tabel harian saja tidak bisa dipastikan apakah angka US$999 juta pada hari Senin itu alokasi baru, transaksi Jumat yang tercatat terlambat, atau campuran keduanya.

Dua Pembacaan dan Hal yang Bisa Membuatnya Salah

Tesis pertama: reli ini punya fondasi permintaan riil. Arus ETF enam hari beruntun, pembelian perusahaan seperti Strategy yang membeli 950 BTC senilai US$75,7 juta (CoinStats), dan open interest yang naik menunjukkan modal baru masuk. Pemegang ETF juga tidak bisa terkena margin call, sehingga lebih jarang dipaksa menjual saat harga turun, seperti dicatat Tech Times.

PDF page 4

Yang bisa membuat pembacaan ini salah:

  • Arus ETF harian turun 81% dari puncak Senin ke Kamis. Kalau penyusutan berlanjut sampai berbalik jadi arus keluar, penopang dari sisi spot melemah.
  • Pembelian Strategy sebesar 950 BTC adalah yang terkecil dalam beberapa bulan, menurut Tech Times, sehingga belum bisa dibaca sebagai eskalasi.

Tesis kedua: reli ini terutama digerakkan leverage. Squeeze menyalakan kenaikan, lalu posisi long baru ber-leverage ikut masuk, terlihat dari open interest dan funding yang naik. CoinSwitch Markets Desk, dikutip Business Today, memperingatkan bahwa tanpa pembelian dasar yang lebih kuat, posisi yang menumpuk bisa membuat BTC rentan terkoreksi lebih tajam.

Yang bisa membuat pembacaan ini salah:

  • Funding rate per 22 September masih di bawah level kepadatan long yang ekstrem (CoinStats), jadi leverage naik tapi belum berlebihan.
  • Kalau arus ETF stabil sementara harga berkonsolidasi, permintaan spot bisa menyerap aksi ambil untung tanpa bergantung pada derivatif.

Kedua tesis sebenarnya bisa benar sekaligus. Squeeze menjelaskan kenapa kenaikan terjadi cepat, sedangkan ETF menentukan apakah level harganya bisa dipertahankan setelah pembelian paksa habis.

Yang Tersisa Setelah Pembelian Paksa Selesai

Per 25 September 2026, BTC berada sekitar 4% di bawah puncak intraday 21 September dan sekitar 33% di bawah rekor US$126.080 yang tercetak 6 Oktober 2025. Likuidasi short sudah terjadi dan tidak bisa diulang dalam skala yang sama tanpa posisi short baru yang menumpuk. Karena itu, penopang berikutnya lebih mungkin datang dari arus spot dan ETF.

PDF page 5

Yang belum bisa dijawab dengan data publik saat ini: berapa porsi arus ETF yang benar-benar alokasi jangka panjang, dan berapa yang merupakan strategi arbitrase atau penyesuaian posisi jangka pendek. Tabel arus harian tidak memisahkan keduanya.

Yang perlu dipantau: arus harian ETF Bitcoin spot di Farside Investors dan SoSoValue pekan depan, terutama apakah penyusutan dari US$999 juta ke US$191 juta berhenti atau berbalik jadi arus keluar. Pantau juga funding rate dan open interest di CoinGlass: bila keduanya terus naik sementara arus ETF melemah, porsi leverage dalam reli ini makin besar, dan risiko likuidasi berbalik ke sisi long.


Referensi & Resources:

Kreator Moco

Penulis

Lanjut menelusuri Kripto & Isu Global: