Senat AS Gagal Majukan Clarity Act 635 Halaman, Regulasi Kripto Tertunda
Kegagalan Senat AS memajukan Clarity Act membuat kerangka regulasi aset digital berisiko kembali ke titik awal setelah Kongres baru dilantik.

Foto: Ramaz Bluashvili / Pexels
Senat AS gagal memajukan Digital Asset Market Clarity Act, atau Clarity Act, yang terdiri atas 635 halaman. Kegagalan ini terjadi menjelang pemilu sela, sehingga tidak ada jalur realistis untuk menghidupkan kembali rancangan tersebut sebelum akhir tahun.
Rancangan itu bertujuan mengatur klasifikasi legal token kripto, perizinan perusahaan perdagangan aset digital, serta pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission dan Commodity Futures Trading Commission.
Kemajuan legislasi diperkirakan kembali ke titik awal saat Kongres baru dilantik. Senator Cynthia Lummis dan Thom Tillis, yang berperan dalam mendorong rancangan tersebut, akan pensiun dan tidak kembali mencalonkan diri.
Clarity Act sebelumnya mendapat dukungan dari Wall Street dan industri kripto, termasuk Goldman Sachs dan BlackRock. Namun, kekhawatiran konflik kepentingan di tingkat pemerintahan menghambat pengesahannya, memperpanjang ketidakpastian aturan bagi pelaku pasar aset digital AS.
Sumber: CoinDesk





