Pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 157,61 poin atau 2,59% ke 5.936,14, dari penutupan sebelumnya di 6.093,76 (Bloomberg Technoz dan Periskop). Di hari yang sama, investor asing mencatat beli bersih (net buy) Rp128,29 miliar di seluruh pasar. Pembelian terbesar jatuh pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) senilai Rp134,34 miliar, sementara harga sahamnya sendiri melemah 10% ke Rp27 per saham.
Indeks turun, asing membeli, harga yang dibeli ikut turun. Tiga hal itu sulit dibaca tanpa tahu apa yang terjadi pada GOTO sejak Mei 2026: sebuah peraturan presiden, dua keputusan penyedia indeks global, dan perubahan aturan harga minimum di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artikel ini menelusuri ketiganya, lalu memisahkan apa yang diketahui dari apa yang belum bisa dijawab data.
Hari ketika indeks turun dan asing tetap membeli
Menurut data Indo Premier Sekuritas yang dikutip Momsmoney pada 12 Oktober 2026, 901 saham ditutup melemah, 166 menguat, dan 193 stagnan. Periskop mencatat sektor energi turun paling dalam, 5,88%. Kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp10.426,08 triliun, menurut Kumparan.
Para analis menyebut beberapa pemicu. Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, dikutip Bisnis.com, menunjuk eskalasi konflik Arab Saudi dan Houthi serta penantian data inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat pada 14 Oktober, dengan konsensus 3,6% untuk September dibanding 3,4% pada Agustus. Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menambahkan harga minyak Brent yang bertahan di atas 100 dolar AS per barel dan kekhawatiran keluarnya dana dari pasar obligasi. Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyoroti tingginya imbal hasil obligasi AS dan dolar AS yang berada dekat level tertingginya dalam 18 bulan. Faktor moneter global ini datang setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 3,75% sampai 4,00% pada 17 September 2026 (Bisnis.com).
Ada juga faktor domestik yang belum terkonfirmasi. Kontan menulis bahwa pasar bereaksi terhadap rumor sanksi untuk sejumlah emiten yang diduga memanipulasi harga. Tim riset KISI Sekuritas, yang dikutip di artikel itu, menyebut pasar bereaksi sebelum faktanya jelas. Isu MSCI juga disebut Liputan6 sebagai salah satu penekan.
Soal arus asing, ada selisih angka yang perlu diketahui. Momsmoney menulis asing mencatat jual bersih Rp166,2 miliar pada hari itu, sedangkan Bloomberg Technoz dan Periskop menulis beli bersih Rp128,29 miliar. Dari sumber yang tersedia, belum jelas apakah perbedaan itu berasal dari cakupan pasar (reguler, negosiasi, tunai) atau jam pengambilan data. Bloomberg Technoz sendiri memerinci bahwa di pasar reguler asing net buy Rp81,1 miliar, jadi sebagian dari Rp128,29 miliar berasal dari luar pasar reguler. Di sisi jual, net sell asing terbesar tercatat pada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp78,65 miliar, dan harganya turun 0,74% ke Rp4.010.
Net buy artinya total pembelian asing lebih besar daripada total penjualannya pada satu hari. Angka ini tidak menyebut siapa yang membeli, berapa lama akan dipegang, atau apakah pembelinya satu pihak atau banyak pihak.
Tiga keputusan yang membentuk harga GOTO
Harga GOTO tidak hanya bergerak karena kinerja perusahaan. Tabel berikut merangkum keputusan yang tercatat dalam pemberitaan dan dalam surat tanggapan GOTO kepada BEI tertanggal 1 Oktober 2026.
| Tanggal efektif | Keputusan | Efek yang tercatat |
|---|---|---|
| 4 Mei 2026 | Perpres No. 27 Tahun 2026 membatasi potongan aplikator ride hailing maksimal 8% | GOTO turun 7,41% ke Rp50 (EmitenNews, CNBC Indonesia) |
| 22 Juni 2026 | FTSE mengeluarkan GOTO dari FTSE GEIS Mid Cap Index | Tekanan jual dari dana pasif (CNBC Indonesia, 2 Oktober 2026) |
| 31 Agustus 2026 | MSCI mengeluarkan GOTO dari MSCI Global Standard Indexes | Tekanan jual dari dana pasif (CNBC Indonesia, 2 Oktober 2026) |
| 28 September 2026 | BEI menurunkan batas bawah harga di pasar reguler dari Rp50 ke Rp1 | Harga turun dari Rp50 (Detik, CNBC Indonesia) |
Peraturan presiden itu menyasar sumber pendapatan utama model bisnis ride hailing. EmitenNews mengutip Head of Research Korean Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi yang menyebut koreksi saat itu lebih berupa derating (penurunan penilaian pasar atas saham) ketimbang koreksi teknikal. Menurut dia, margin jangka pendek hampir pasti tertekan karena komisi sebelumnya berada di kisaran 20%.
Soal indeks, manajemen GOTO menjelaskan bahwa FTSE mengeluarkan sahamnya karena tercatat di Papan Pengembangan, dan MSCI mengeluarkannya karena volume perdagangan rendah akibat harga bertahan di batas minimum Rp50 sejak Mei 2026. Dana pasif, yaitu dana yang mengikuti komposisi indeks, wajib menyesuaikan portofolio. Namun volume yang tipis membuat mereka sulit menjual di pasar reguler. Ketika batas Rp50 dicabut pada 28 September 2026, antrean jual itu mendapat jalan keluar.
Dari Rp50 ke Rp27 dalam tiga pekan
Setelah batas dicabut, harga bergerak cepat. Bisnis.com mencatat GOTO turun 14% ke Rp43 pada 28 September 2026. Katadata melaporkan penurunan batas auto rejection bawah (ARB) 13,95% ke Rp37 pada 29 September. Menurut Metropolitan, saham ditutup di Rp28 pada 1 Oktober 2026, atau turun 44% dalam empat hari perdagangan sejak batas Rp50 dibuka. Untuk saham di papan utama, pengembangan, dan ekonomi baru dengan harga Rp11 sampai Rp200, batas ARB ditetapkan 15%. CNBC Indonesia melaporkan GOTO sempat rebound ke Rp30 pada 2 Oktober setelah lima hari tertekan.
Pada 12 Oktober 2026, harga ditutup di Rp27 setelah turun 10% (Bloomberg Technoz). Pada harga ini, satu tingkat harga (Rp1) setara sekitar 3,7% dari harga saham. Itu hitungan aritmetika sederhana, tetapi artinya pergerakan kecil dalam rupiah terlihat besar dalam persentase.
Katadata pada 29 September 2026 juga mengutip perhitungan seorang analis bahwa antrean jual yang menumpuk secara matematis butuh sekitar 468 hari bursa untuk terserap seluruhnya. Analis itu menegaskan angkanya bukan proyeksi harga, melainkan gambaran ketimpangan antara pasokan dan permintaan. Angka antrean pada 12 Oktober tidak ditemukan di sumber yang kami rujuk, sehingga kami tidak bisa memastikan apakah ketimpangan itu masih sebesar itu.
Dua pembacaan atas net buy Rp134,34 miliar
Pembacaan pertama datang dari manajemen GOTO. Dalam surat kepada BEI, perseroan menyatakan pergerakan harga disebabkan faktor teknikal dan bahwa harga tidak mencerminkan fundamental. Beberapa angka yang menopang klaim itu: pada kuartal I 2026 GOTO mencatat laba bersih Rp171 miliar, berbalik dari rugi Rp367 miliar setahun sebelumnya (CNBC Indonesia, 4 Mei 2026). Pada semester I 2026, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp607,49 miliar, berbalik dari rugi Rp580,01 miliar (Metropolitan, 2 Oktober 2026). Perseroan juga punya program pembelian kembali saham hingga Rp3,5 triliun untuk 19 Juni 2026 sampai 18 Juni 2027. Jika pembelian asing dibaca sebagai respons atas harga yang sudah turun jauh dari tekanan teknikal, pembacaan ini konsisten dengan pernyataan manajemen. Perlu diingat, itu pernyataan perusahaan tentang dirinya sendiri dan belum tentu alasan pembeli.
Pembacaan kedua menyebut risiko yang masih ada. Peraturan presiden tentang komisi tidak dicabut, dan analis KISI sejak Mei menilai margin tertekan. Antrean jual yang besar membuat pembeli bisa mendapat harga lebih rendah lagi, sebagaimana terjadi sejak 28 September. Net buy hanya menggambarkan arus satu hari. Sebuah judul terkait di halaman Kontan pada 12 Oktober juga menyebut asing mencatat net sell Rp3,75 triliun dalam sepekan. Kami belum bisa memeriksa periode dan cakupannya, tetapi angka itu menunjukkan arus harian bisa berlawanan dengan arus mingguan.
Dari data yang ada, kedua pembacaan belum bisa diuji. Identitas pembeli, apakah dana aktif atau pasif, tidak diumumkan. GOTO sendiri menyatakan hanya mengetahui transaksi pemegang saham yang dilaporkan publik di situs BEI sesuai POJK 4/2024.

Yang belum diketahui dan yang perlu dipantau
Belum ada data publik yang memadai untuk menyebut siapa yang membeli GOTO pada 12 Oktober 2026 dan mengapa. Belum ada pula data yang menunjukkan berapa besar antrean jual yang tersisa.
Yang perlu dipantau:
- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) GOTO pada 14 Oktober 2026, yang akan meminta persetujuan penarikan 32.186.417.802 saham Seri A hasil pembelian kembali periode Juni 2024 sampai Juni 2025. Perseroan menyebut program ESOP/MSOP yang semula direncanakan telah dibatalkan, dan modal ditempatkan akan berkurang jika proses hukum rampung.
- Rilis CPI Amerika Serikat pada 14 Oktober 2026 dan pertemuan IMF dan Bank Dunia pada 12 sampai 18 Oktober 2026 (BRI Danareksa Sekuritas), karena keduanya memengaruhi arah dolar, rupiah, dan arus dana asing.
- Data transaksi asing harian BEI, dengan memisahkan pasar reguler dari pasar negosiasi dan tunai, untuk melihat apakah net buy GOTO berulang atau hanya terjadi sekali.
- Laporan realisasi pembelian kembali saham GOTO di keterbukaan informasi BEI.
Satu angka layak dibawa pulang: pada 12 Oktober 2026 net buy asing di GOTO sebesar Rp134,34 miliar lebih besar daripada net buy seluruh pasar reguler (Rp81,1 miliar), dan harga saham tetap turun 10%.
Referensi & Resources:
- Bloomberg Technoz, "Investor Asing Diam-diam Borong Saham GOTO Kala IHSG Tertekan": https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124372/investor-asing-diam-diam-borong-saham-goto-kala-ihsg-tertekan
- Periskop, "Asing Net Buy Rp128 Miliar Saat IHSG Ambruk ke 5.936, Saham Ini Paling Banyak Diborong": https://periskop.id/pasar-modal/20261013/ihsg-ambruk-asing-net-buy-goto-bbri
- Periskop, "IHSG Anjlok 2,59% ke 5.936, Analis Soroti Tekanan Global dan Arus Dana Asing": https://periskop.id/pasar-modal/20261013/ihsg-anjlok-5936-tekanan-global-asing
- Momsmoney (Kontan), "IHSG Anjlok 2,59% ke Level 5.936, Asing Net Sell Rp166,2 Miliar": https://momsmoney.kontan.co.id/news/ihsg-anjlok-259-ke-level-5936-asing-net-sell-rp1662-miliar
- Bisnis.com, "Penyebab IHSG Anjlok Tinggalkan 6.000, MSCI hingga Inflasi AS jadi Penekan": https://market.bisnis.com/read/20261012/7/2011884/penyebab-ihsg-anjlok-tinggalkan-6000-msci-hingga-inflasi-as-jadi-penekan
- Bisnis.com, "IHSG Ditutup Melemah 0,33% ke 6.441,16" (keputusan The Fed): https://market.bisnis.com/read/20260918/7/2005345/ihsg-ditutup-melemah-033-ke-644116
- Bisnis.com, "IHSG Ditutup Melemah 1,51%, Saham GOTO, INCO hingga HRTA Lesu": https://market.bisnis.com/read/20260928/7/2007847/ihsg-ditutup-melemah-151-saham-goto-inco-hingga-hrta-lesu
- Kumparan, "IHSG Anjlok ke Level 5.936, Kapitalisasi Pasar Tergerus Jadi Rp 10.426 T": https://kumparan.com/kumparanbisnis/ihsg-anjlok-ke-level-5-936-kapitalisasi-pasar-tergerus-jadi-rp-10-426-t-28Mfs8H4NhG
- Media Indonesia, "IHSG Hari Ini Anjlok 2,59 Persen akibat Ketidakpastian Global": https://mediaindonesia.com/ekonomi/943402/ihsg-hari-ini-anjlok-259-persen-ke-level-6936-akibat-ketidakpastian-global
- Kontan, "IHSG Anjlok 2,59% di Tengah Rumor Pasar Terkait Sanksi Emiten": https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-anjlok-259-di-tengah-rumor-pasar-terkait-sanksi-emiten
- Liputan6, "IHSG Anjlok 2,59% ke 5.936, Isu MSCI Membayangi Pasar": https://www.liputan6.com/saham/read/8311585/ihsg-anjlok-259-ke-5936-isu-msci-membayangi-pasar
- CNBC Indonesia, "Dicoret MSCI & FTSE, GOTO Ungkap Biang Kerok Gejolak Saham" (2 Oktober 2026): https://www.cnbcindonesia.com/market/20261002143045-17-772911/dicoret-msci-ftse-goto-ungkap-biang-kerok-gejolak-saham
- CNBC Indonesia, "Saham GOTO Anjlok & ARB Balik ke Gocap, Ada Apa?" (4 Mei 2026): https://www.cnbcindonesia.com/market/20260504094056-17-731910/saham-goto-anjlok-arb-balik-ke-gocap-ada-apa
- EmitenNews, "Saham GOTO Anjlok ke Harga Gocap, Danantara hingga Analis Beri Suara!": https://www.emitennews.com/news/saham-goto-anjlok-ke-harga-gocap-danantara-hingga-analis-beri-suara
- Detik Finance, "Saham GOTO-DADA Anjlok Usai Batas Saham Gocap Dihapus": https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8682083/saham-goto-dada-anjlok-usai-batas-saham-gocap-dihapus
- Metropolitan, "Dalam Empat Hari, Saham GOTO Anjlok 44 Persen, Bagaimana Kondisi Keuangannya?": https://www.metropolitan.id/bisnis/95317706505/dalam-empat-hari-saham-goto-anjlok-44-persen-bagaimana-kondisi-keuangannya
- Katadata, "Saham GOTO Kembali ARB, Harga Bisa Anjlok ke Rp 1?": https://katadata.co.id/finansial/bursa/6abbbfadbee18/saham-goto-kembali-arb-harga-bisa-anjlok-ke-rp-1
