Bandara Riyadh Diserang, 12 Tewas: Apa Dampaknya ke APBN

Serangan di bandara Riyadh menewaskan 12 orang. Di Jakarta, harga minyak yang jauh di atas asumsi APBN 2026 menekan belanja subsidi.

#arabsaudi #hargaminyak #apbn #subsidienergi #rupiah

Kreator Moco
9 menit baca
Memuat gambar...
Bandara Riyadh Diserang, 12 Tewas: Apa Dampaknya ke APBN

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyatakan pada Minggu, 11 Oktober 2026, bahwa serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu sore menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya (The National). Menurut Reuters, itu serangan ketiga dalam sepekan ke bandara yang sama, dilakukan Houthi dari Yaman yang didukung Iran. Bloomberg menyebutnya insiden paling mematikan dalam konflik Saudi dengan Houthi sejauh ini (Bloomberg Technoz).

Di Jakarta, sehari sebelum serangan itu, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan angka yang berhubungan langsung dengan kawasan tersebut. Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price, ICP) September 2026 tercatat 91,9 dolar AS per barel, sementara asumsi APBN 2026 hanya 70 dolar (Kontan, 9 Oktober 2026).

Pasar belum dibuka sejak serangan terjadi, jadi reaksi harganya belum bisa diukur. Yang bisa diperiksa sekarang adalah seberapa tebal bantalan fiskal dan moneter Indonesia kalau harga minyak bertahan tinggi.

Yang Sudah Dikonfirmasi dan Yang Masih Diklaim

Dari 12 korban tewas, empat warga Saudi dan delapan warga asing: dua dari Bangladesh, serta masing-masing satu dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Sebagian korban luka dirawat dalam kondisi kritis, menurut otoritas penerbangan sipil Saudi (The National, 11 Oktober 2026). Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membenarkan satu warga AS tewas.

Operasional bandara dihentikan sementara untuk penilaian kerusakan, dan Kuwait Airways membatalkan penerbangan (TRT World). Kedutaan AS di Riyadh meminta warganya menghindari bandara dan sekitarnya. Seorang penumpang yang terluka mengatakan kepada Reuters bahwa ia melihat sesuatu melintas di langit sebelum sebagian langit-langit dekat gerbang keberangkatan runtuh.

PDF page 1

Kepala kantor media Houthi menyatakan di X bahwa kelompoknya telah "menutup" bandara itu. Houthi juga mengatakan serangan balasan Saudi menewaskan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak (Reuters, 10 Oktober 2026). Klaim korban sipil di Yaman itu berasal dari pihak Houthi dan belum terverifikasi dalam laporan yang dikutip di sini. Menurut Xinhua, Houthi menyatakan siap menyepakati langkah timbal balik agar bandara, pelabuhan, dan fasilitas kemanusiaan lain dijauhkan dari konfrontasi, sementara media Houthi melaporkan gelombang serangan Saudi baru, termasuk ke Bandara Sanaa.

Koalisi pimpinan Saudi berjanji membalas (CBC). Presiden Donald Trump mengatakan akan berbicara dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan menyebut kejadian itu "tidak dapat diterima" (Bloomberg Technoz). Judul The National menyebut AS "mungkin" ikut menyerang Houthi, tetapi belum ada keputusan resmi dalam laporan yang tersedia.

Jalur Minyak Teluk yang Sudah Rapuh Sebelum Sabtu

Bandara bukan fasilitas minyak. Dampaknya ke harga lewat konteksnya: kawasan yang sama sedang mengalami gangguan pasokan sejak awal tahun.

Pada 23 Juli 2026, Brent menyentuh 100 dolar AS untuk pertama kali sejak Mei, naik sekitar 40% dalam sebulan, setelah Houthi mengklaim menyerang tanker Saudi di Laut Merah dan pelayaran di Selat Hormuz nyaris terhenti (The Washington Post). Pada 14 September, Brent ditutup di 105,66 dolar setelah pipa Timur-Barat Saudi terkena serangan, dengan perbaikan diperkirakan tiga sampai lima minggu menurut pejabat Saudi yang dikutip AP (The Hill). Sehari kemudian, ahli strategi komoditas Goldman Sachs menilai serangan ke infrastruktur minyak menaikkan peluang skenario Brent di atas 120 dolar (CNBC, 15 September 2026).

Per 7 Oktober 2026, Brent diperdagangkan di 101,49 dolar. Pada hari yang sama Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menyatakan aliran minyak lewat pipa Timur-Barat pulih ke 5,8 juta barel per hari (OilPrice). Analis Sparta Commodities menambahkan bahwa tarif supertanker sudah di atas 1 juta dolar per hari. Harga setelah serangan Sabtu belum tersedia saat tulisan ini dibuat.

PDF page 2

Ada dua pembacaan soal minyak. Pembacaan pertama: serangan ke bandara sipil menaikkan premi risiko geopolitik, tetapi pasokan fisik relatif utuh bila pipa dan terminal tetap berjalan. Pembacaan kedua: pola serangan yang berulang di Riyadh, ditambah konferensi energi internasional yang dijadwalkan di kota itu pada 11 Oktober (CNBC), menunjukkan jangkauan Houthi sudah mencapai pusat pemerintahan. Belum ada data yang cukup untuk memutuskan mana yang benar.

Jalur ke APBN: Subsidi, Lifting, dan Kurs

APBN 2026 disusun dengan ICP 70 dolar AS per barel dan kurs Rp16.500 per dolar AS (Kompas, 10 September 2026). Posisi terbaru:

Indikator Asumsi APBN 2026 Angka terbaru Tanggal dan sumber
ICP (dolar AS/barel) 70 91,9 September 2026, Kemenkeu via Kontan
Kurs (Rp/dolar AS) 16.500 17.880 (JISDOR) 7 Oktober 2026, BI via receh.in
Lifting minyak (barel/hari) 610.000 573.900 Hingga September 2026, Kemenkeu via Kontan
Subsidi dan kompensasi energi n/a Rp376,8 triliun Hingga September 2026, Kemenkeu

Subsidi dan kompensasi energi yang sudah dibayarkan setara 84,3% dari target APBN, dengan sebagian besar mengalir ke Pertamina dan PLN (Investor.id, 9 Oktober 2026). Suahasil sendiri mengatakan bahwa bila ICP naik, subsidi ikut naik.

Kemenkeu pernah menghitung sensitivitasnya. Setiap kenaikan harga minyak 1 dolar per barel menambah belanja negara Rp10,3 triliun, tetapi defisit hanya naik Rp6,8 triliun karena penerimaan migas ikut bertambah. Setiap pelemahan rupiah Rp100 per dolar menambah belanja Rp6,1 triliun dan defisit Rp800 miliar (Bisnis.com, 20 April 2026). Angka itu dihitung enam bulan lalu, sehingga perlu dibaca sebagai gambaran arah, bukan angka final.

Bantalan dari sisi penerimaan juga tidak sepenuhnya mengikuti harga. Lifting 573.900 barel per hari lebih rendah dari asumsi 610.000, jadi volume yang bisa dijual lebih sedikit. Penerimaan negara bukan pajak memang sudah Rp492,3 triliun atau 107,2% dari target hingga 30 September 2026, tumbuh 41,7% secara tahunan, tetapi judul laporan Investor.id menyebut surplus Bank Indonesia sebagai penopang lonjakan itu, bukan migas.

PDF page 3

Rupiah, Suku Bunga, dan IHSG

Minyak yang lebih mahal berarti impor energi yang lebih mahal dalam dolar. Bila permintaan dolar naik, tekanan jatuh ke rupiah, dan Bank Indonesia punya ruang gerak terbatas karena selisih bunga dengan AS menyempit.

Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75% pada rapat September 2026. Kontan mencatat spread bunga Indonesia dan global menyempit, sehingga aset rupiah berpotensi kurang menarik bagi investor asing. The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 3,75% sampai 4,00% pada 17 September 2026, dan 16 dari 18 pejabatnya memproyeksikan setidaknya satu kenaikan lagi tahun ini (Bisnis.com, 18 September 2026).

IHSG ditutup di 6.071,14 pada 30 September 2026, turun 29,79% sejak awal tahun, dan melemah 6,96% sepanjang September (Bisnis.com, 1 Oktober 2026). Indeks sempat naik 1,36% ke 6.118,86 pada 5 Oktober (Bisnis.com). Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menilai aliran dana asing masih akan selektif dan belum kembali menjadi net buy berkelanjutan pada Oktober (Bisnis.com, 6 Oktober 2026).

Dua Pembacaan atas Ketahanan Fiskal

Pembacaan pertama: bantalannya masih cukup. Pemerintah menyatakan APBN dapat menyerap harga minyak hingga 100 dolar per barel sepanjang tahun dan menjaga defisit di bawah 3% (Bisnis.com, 20 April 2026). Harga BBM bersubsidi dijanjikan tetap hingga akhir 2026, dengan dana cadangan yang dinilai memadai (Kontan, 23 September 2026). Pada 10 September, hitungan pemerintah dengan asumsi Brent 97 sampai 99 dolar menunjukkan tambahan beban sekitar Rp31,7 triliun hingga Desember, jauh dari ratusan triliun (Kompas).

PDF page 4

Pembacaan kedua: tekanannya menumpuk. ICP sudah 91,9 dolar, rupiah lebih lemah dari asumsi, lifting di bawah target, dan 84,3% anggaran subsidi sudah terpakai dengan tiga bulan tersisa. Skenario Goldman di atas 120 dolar, kalau terjadi, berada di luar asumsi 97 sampai 99 dolar yang dipakai dalam hitungan Rp31,7 triliun tadi.

Kedua pembacaan bisa meleset. Bila diplomasi menurunkan eskalasi, harga minyak dapat turun dan tekanan reda. Bila serangan meluas ke jalur pelayaran seperti Bab al-Mandab, hitungan 100 dolar tadi tidak lagi relevan. Angka pembanding yang paling tegas baru muncul pada laporan APBN KiTa berikutnya.

Yang Perlu Dipantau

Batas pengetahuan saat ini: belum ada data harga pasar setelah serangan Sabtu, dan belum ada angka resmi terbaru yang merevisi asumsi APBN 2026 untuk menanggapinya.

Yang perlu dipantau:

  • Pembukaan perdagangan Senin, 12 Oktober 2026: harga Brent, kurs JISDOR, dan data arus dana asing di Bursa Efek Indonesia.
  • Hasil pembicaraan Trump dengan Mohammed bin Salman, serta bentuk pembalasan koalisi Saudi atas serangan itu.
  • Status operasi Bandara King Khalid dan aliran pipa Timur-Barat, yang menentukan apakah risiko tetap di tingkat premi geopolitik atau berubah menjadi gangguan pasokan.
  • Angka ICP Oktober dan realisasi subsidi pada edisi APBN KiTa berikutnya dari Kemenkeu.
  • Keputusan Bank Indonesia pada rapat berikutnya, terutama sikapnya terhadap rupiah dan selisih bunga dengan AS.

Referensi & Resources:

PDF page 5

Kreator Moco

Penulis

Lanjut menelusuri Kebijakan Ekonomi Nasional: