Pada Rabu 7 Oktober 2026, tiga transaksi negosiasi mengalihkan 10.084.088.370 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di harga Rp2.588 per saham. Nilainya sekitar Rp26,1 triliun, dan menurut hitungan Bisnis.com angka itu menyumbang sekitar 86,5% dari seluruh nilai transaksi bursa hari itu.
Tidak lama setelahnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta BYAN menjelaskan transaksi tersebut, mulai dari jumlah saham yang berubah sampai cara harganya ditentukan. Jawaban perusahaan, seperti dilaporkan Bloomberg Technoz, cukup singkat: manajemen mengaku tidak banyak dilibatkan. Yang bisa mereka pastikan hanya harga dan jumlah sahamnya.
Jawaban itu menarik karena yang berpindah tangan adalah 30,25% kepemilikan di salah satu emiten batu bara terbesar di bursa. Tulisan ini merangkum apa yang sudah terungkap, apa yang belum, dan bagaimana pembaca bisa memeriksanya sendiri.
Kronologi Transaksi dari Rumor sampai Penyelesaian
Ceritanya bermula dari rumor. Pada 18 Agustus 2026, BYAN menyatakan lewat keterbukaan informasi bahwa perusahaan tidak mengetahui rencana pengambilalihan sekitar 62,2% saham oleh Haji Isam atau pihak terafiliasinya, menurut Bisnis.com. Pada hari yang sama saham BYAN ditutup naik 19,97% ke Rp17.275.
Rumor itu kemudian berubah menjadi dokumen. Rangkaian tanggal pentingnya:
| Tanggal | Peristiwa | Sumber |
|---|---|---|
| 16 September 2026 | Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (CSPA) dengan PT Jhonlin Baratama untuk 10.000.000.500 saham | Fortune Indonesia, Kontan |
| 1 Oktober 2026 | Perjanjian diamendemen, jumlah saham naik menjadi 10.084.088.370 | Fortune Indonesia, Katadata |
| 7 Oktober 2026 | Tiga transaksi crossing di pasar negosiasi pada Rp2.588 per saham | Bisnis.com, Kontan |
| 8 Oktober 2026 | BYAN melaporkan transaksi selesai dan Jhonlin Baratama memegang 30,25% | Bisnis.com, Kontan |
Setelah transaksi, kepemilikan Low Tuck Kwong turun dari 13,38 miliar saham (40,15%) menjadi sekitar 3,31 miliar saham (9,95%), menurut Bisnis.com. Elaine Low masih memegang 7,35 miliar saham atau 22,05%, sehingga keduanya bersama-sama menyisakan sekitar 32% (Kontan, 8 Oktober 2026).
Satu catatan angka: sebagian laporan menulis 10,84 miliar saham, sedangkan keterbukaan informasi yang dikutip Bisnis.com dan Kontan mencatat 10.084.088.370 saham, atau sekitar 10,08 miliar. Artikel ini memakai angka yang terakhir, yang juga cocok dengan persentase 30,25% dari 33,33 miliar saham tercatat.
Apa Arti "Tidak Terlalu Terlibat"
Transaksi ini adalah jual beli antarpemegang saham. Penjualnya Low Tuck Kwong dan Elaine Low, pembelinya Jhonlin Baratama. BYAN sebagai perusahaan tidak menjual saham baru dan, pada umumnya, tidak menerima uang dari transaksi semacam ini. Itu menjelaskan mengapa perusahaan merasa perannya terbatas.
Peran terbatas tidak berarti perusahaan tidak punya kewajiban sama sekali. Sebagai emiten, BYAN wajib menyampaikan informasi yang bisa memengaruhi harga sahamnya, dan BEI berwenang meminta penjelasan atas transaksi yang menyimpang dari pengumuman sebelumnya. Dalam kasus ini penyimpangannya jelas: jumlah saham berubah dari 10.000.000.500 menjadi 10.084.088.370.
Di sisi lain, BYAN menyampaikan bahwa penyelesaian transaksi tidak berdampak material negatif pada operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha, dan tidak mengubah status pengendalian, menurut Kontan (8 Oktober 2026).
Sebelumnya, ketika BEI meminta penjelasan atas rencana awal, BYAN menyatakan belum memperoleh informasi tambahan soal nilai transaksi, dasar penentuan harga, syarat pendahuluan, dan jadwal penyelesaian. Kabarbursa juga mencatat perusahaan belum tahu rencana pengelolaan bisnis oleh grup Haji Isam.
Harga Rp2.588 dan Soal Diskon yang Dibicarakan
Harga pelaksanaan Rp2.588 per saham menjadi bahan perdebatan karena jauh di bawah harga pasar reguler. Bisnis.com menghitung diskonnya sekitar 79,9% terhadap harga reguler Rp12.875 per saham. Kontan memakai acuan lain, yaitu penutupan Rabu 7 Oktober 2026 di Rp12.550, dan menyebut selisih 76,53%. Hitungan sederhana kami dengan angka Kontan menghasilkan angka mendekati 79%, jadi sebaiknya pembaca memeriksa sendiri angka acuannya sebelum mengutip persentase mana pun.
Perlu dipahami juga bahwa pasar negosiasi bekerja berbeda dari pasar reguler. Pada transaksi crossing, penjual dan pembeli menyepakati harga sendiri, dan harga itu tidak ikut membentuk harga di pasar reguler, seperti dicatat RCTI+. Jadi angka Rp2.588 adalah harga kesepakatan para pihak, bukan sinyal dari pasar terbuka.
Hasil kali sederhananya memang besar: 10.084.088.370 saham dikali Rp2.588 mendekati Rp26,1 triliun. Sebagai pembanding hitungan kami, jumlah saham yang sama pada harga reguler Rp12.875 bernilai sekitar Rp129,8 triliun, meski blok sebesar itu tidak mungkin dijual di pasar reguler tanpa menggerakkan harga.
Soal dasar penentuan harga, belum ada data publik yang memadai. Pernyataan resmi yang tersedia hanya menyebut harga dan jumlahnya. Beberapa media sempat mengutip angka sekitar US$3 miliar untuk rumor 62,2% saham yang beredar sekitar 10 September, tetapi Kontan menegaskan angka itu bukan nilai transaksi resmi.
Dua Cara Membaca Jawaban BYAN
Pembacaan pertama menganggap jawaban BYAN wajar. Transaksi dilakukan pemegang saham secara pribadi, perusahaan sudah menyampaikan tanggal, jumlah, harga, dan dampaknya, dan status pengendalian tidak berubah. Dalam pembacaan ini, detail seperti dasar harga memang urusan penjual dan pembeli.
Pembacaan kedua melihat celah informasi. Jumlah saham berubah di tengah jalan, selisih harga terhadap pasar reguler sangat lebar, dan perusahaan sendiri tidak bisa menjelaskan cara harga ditentukan. Bagi pemegang saham minoritas, pertanyaannya bukan soal sah atau tidaknya transaksi, melainkan apakah informasi yang tersedia cukup untuk menilai arti masuknya pemegang saham baru.
Reaksi pasar ikut menunjukkan ketidakpastian itu. Menurut Fortune Indonesia, saham BYAN turun 6,69% pada Rabu 7 Oktober dan 2,19% pada Kamis 8 Oktober 2026. Penurunan itu belum tentu disebabkan transaksi ini, karena kondisi pasar saham secara umum juga sedang tertekan pada periode yang sama.
Risikonya berjalan dua arah. Kehadiran pemegang saham baru dengan 30,25% bisa membawa dukungan bisnis, tetapi juga bisa menambah tarik-menarik kepentingan di dalam perusahaan. Kedua kemungkinan itu belum bisa dinilai, sebab Jhonlin Baratama belum menyampaikan rencana publik soal BYAN, setidaknya di sumber yang kami baca. Konteks operasional juga perlu diingat: Fortune Indonesia melaporkan anak usaha BYAN sebelumnya mengumumkan force majeure karena perubahan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 belum disetujui.
Ringkasan dan Batas yang Masih Terbuka
Fakta yang sudah pasti: 10.084.088.370 saham berpindah di Rp2.588, Jhonlin Baratama memegang 30,25%, dan BYAN menyebut perannya terbatas pada konfirmasi harga dan jumlah. Yang belum jelas: dasar penetapan harga, alasan jumlah saham bertambah dari versi awal, dan rencana pembeli ke depan. Belum ada data publik yang memadai untuk menjawab ketiganya.
Yang perlu dipantau: daftar pemegang saham BYAN berikutnya yang memuat nama Jhonlin Baratama; kemungkinan tanggapan lanjutan BEI atas jawaban perusahaan; keterbukaan informasi dari Jhonlin Baratama soal tujuan kepemilikan; perkembangan persetujuan RKAB 2026 anak usaha BYAN; dan laporan keuangan BYAN berikutnya.
Referensi & Resources:
- Bloomberg Technoz, "BYAN Mengaku Tidak Terlalu Terlibat Transaksi dengan Haji Isam": bloombergtechnoz.com
- Bisnis.com, "Tok! Haji Isam Resmi Kuasai 30,25% Saham Bayan Resources (BYAN)", 8 Oktober 2026: market.bisnis.com
- Bisnis.com, "Ada Transaksi Nego Rp26,1 Triliun Saham BYAN, Haji Isam Masuk?", 7 Oktober 2026: market.bisnis.com
- Bisnis.com, "Bayan (BYAN) Buka Suara Rumor Akuisisi 62,2% Saham oleh Haji Isam", 18 Agustus 2026: market.bisnis.com
- Kontan, "Haji Isam Tuntaskan Akuisisi 30,25% Saham BYAN, Harga Beli di Rp 2.588 per Saham": investasi.kontan.co.id
- Kontan, "Ada Transaksi Jumbo Saham BYAN Rp 26,1 Triliun Rabu (7/10), di Harga Rp 2.588": investasi.kontan.co.id
- Fortune Indonesia, "Jhonlin Baratama Resmi Akuisisi 30,25 Persen Saham BYAN": fortuneidn.com
- Fortune Indonesia, "Rumor Terkonfirmasi: Jhonlin Group Akuisisi 10 Miliar Saham BYAN": fortuneidn.com
- Katadata, "Low Tuck Kwong Lepas 33,33 Juta Saham BYAN seusai Transaksi Crossing Jumbo": katadata.co.id
- Kabarbursa, "Jawab Bursa, BYAN Buka-bukaan RKAB 2026 hingga Minat Akuisisi Haji Isam": kabarbursa.com
- RCTI+, "Transaksi Jumbo BYAN Rp26,1 Triliun di Pasar Nego, Diduga Terkait Akuisisi Jhonlin Baratama": rctiplus.com
